<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Supriyadi HS</title>
	<atom:link href="http://supriyadihs.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://supriyadihs.wordpress.com</link>
	<description>Sederhana dan Pasti</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Aug 2010 20:36:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='supriyadihs.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/82860516b9b60fe311b3401aef23dc07?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Supriyadi HS</title>
		<link>http://supriyadihs.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://supriyadihs.wordpress.com/osd.xml" title="Supriyadi HS" />
	<atom:link rel='hub' href='http://supriyadihs.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>LANGKAH-LANGKAH DASAR MENULIS</title>
		<link>http://supriyadihs.wordpress.com/2010/01/14/langkah-langkah-dasar-menulis/</link>
		<comments>http://supriyadihs.wordpress.com/2010/01/14/langkah-langkah-dasar-menulis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 07:10:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SUPRIYADI HS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Langkah-langkah Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supriyadihs.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[LANGKAH-LANGKAH DASAR MENULIS PERENCANAAN KARANGAN Mengarang suatu karya tulis merupakan kegiatan yang bertahap atau berproses. Para ahli pada umumnya membaginya ke dalam tiga tahap[1] : Tahap kegiatan propenulisor (prewriting) Tahap penulisan (writing), dan Tahap pasta penulison (post writing) Dengan kata lain, kegiatan mengarang adalah kegiatan yang mengikuti alur, proses yang bertahap dan berurutan. Dapat diperkirakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supriyadihs.wordpress.com&amp;blog=10738399&amp;post=58&amp;subd=supriyadihs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LANGKAH-LANGKAH DASAR MENULIS</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>PERENCANAAN KARANGAN</strong><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Mengarang suatu karya tulis merupakan kegiatan yang bertahap atau berproses. Para ahli pada umumnya membaginya ke dalam tiga tahap<a href="/DATA%20MIS%20GEREM%20V/1.%20KEPALA/DATA%20KUL/langkah-langkah%20penulisan.docx#_ftn1">[1]</a> :</p>
<ol>
<li>Tahap kegiatan <em>propenulisor </em><em>(prewriting)</em><em> </em></li>
<li>Tahap <em>penulisan (writing), </em>dan <em></em></li>
<li>Tahap <em>pasta penulison (post </em><em>writing)</em><em></em></li>
</ol>
<p>Dengan kata lain, kegiatan mengarang adalah kegiatan yang mengikuti alur, proses yang bertahap dan berurutan. Dapat diperkirakan bahwa alur, proses itu menentukan produk, yakni kualitas karangan karena dengan alur itu, arah penulisan karangan menjadi jelas. Selain itu, penggunaan tenaga dan waktu pun akan menjadi efektif dan efisien.<em></em></p>
<p>Menulis/mengarang Adalah &#8220;keseluruhan rangkaian kegiatan seseorang mengungkapkan gagasan dan menyampaikan pikiran melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dapat dipahami tepat seperti dimaksudkan oleh penulis, pengarang&#8221;<a href="/DATA%20MIS%20GEREM%20V/1.%20KEPALA/DATA%20KUL/langkah-langkah%20penulisan.docx#_ftn2">[2]</a></p>
<p>ciri-ciri tulisan yang baik<a href="/DATA%20MIS%20GEREM%20V/1.%20KEPALA/DATA%20KUL/langkah-langkah%20penulisan.docx#_ftn3">[3]</a> adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>bermakna</li>
</ol>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="312" height="51" bgcolor="white">
<table cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>1</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>bahasa jelas/tugas</p>
<ol>
<li>merupakan kesatuan yang bulat</li>
<li>singkat namun padat</li>
<li>memenuhi kaidah bahasa</li>
<li>bersifat komunikalif</li>
</ol>
<p>Maffaat dari Menulis<a href="/DATA%20MIS%20GEREM%20V/1.%20KEPALA/DATA%20KUL/langkah-langkah%20penulisan.docx#_ftn4">[4]</a> Adalah :</p>
<ol>
<li>mengetahui kemampuan dan potensi diri serta pengetahuan tentang topik yang dipilihnya. Dengan mengembangkan topik itu berarti seseorang berpikir, menggali pengetahuan, dan pengalaman yang tersimpan di bawah radar.</li>
<li>Dengan mengembangkan berbagai gagasan berarti seseorang bernalar, menghubung-hubungkan serta membandingkan fakta-fakta.</li>
<li>Lebih baik menyerap, mencari, serta menguasai informasi sehubungan dengan Topik yang ditulis. Dengan demikian, kegiatan menulis memperluas wawasan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> baik secara teoritis maupun mengenai fakta-fakta yang berhubungan.</li>
<li>menulis berarti mengorganisai gagasan secara sistematik serta mengungkapkan secara tersurat. Dengan demikian, permasalahan yang semula masih Samar menjadi lebih jelas.</li>
<li>melalui tulisan seseorang dapat menjadi peninjau dan menilai gagasan kits secara lebih objektif.</li>
<li>lebih mudah memecahkan masalah dengan menganalisisnya secara, tersurat dalam konteks yang lebih konkret.</li>
<li>Dengan menulis berarti seseorang aktif berpikir sehingga dapat menjadi penemu sekaligus pemecah masalah, bukan sekedar penyadap informasi.</li>
<li>Kegiatan menulis yang terencana akan membiasakan seseorang berpikir dan berbahasa secara. tertib.</li>
</ol>
<p>Keterampilan menulis dapat diperoleh dengan menempuh proses penulisan  langkah-langkah menulis. Langkah-langkah tersebut yaitu perencanaan, pengembangan, dan penyuntingan.</p>
<p>Keterampilan menulis merupakan suatu proses, proses penulisan. Hal ini berarti kegiatan menulis dilakukan melalui bertahap, yaitu tahap perencanaan penulisan, tahap penulisan, dan tahap revisi.</p>
<ol>
<li><strong>A. </strong><strong>PENENTUAN TOPIK  KARANGAN</strong></li>
</ol>
<p>Topik adalah pokok pembicaraan atau pokok masalah.  Jadi  Topik karangan atau topik tulisan adalah hal pokok yang diungkapkan dalam karangan atau hal pokok dituliskan<a href="/DATA%20MIS%20GEREM%20V/1.%20KEPALA/DATA%20KUL/langkah-langkah%20penulisan.docx#_ftn5">[5]</a>.</p>
<p>Tema karangan adalah gagasan dasar yang mendasari sebuah karangan. Dengan  demikian, tema menjadi gagasan dasar tempat beradanya topik.</p>
<p>Topik adalah gagasan central yang menjiwai seluruh isi karangan. Tema tidak  dapat dijabarkan sedangkan topik dapat dijabarkan menjadi rincian topik. Topik karangan menjadi hal pokok yang digunakan oleh pengarang untuk menyampaikan tema.</p>
<p>Topik karangan adalah hal pokok yang diungkapkan, sedangkan judul karangan adalah label sebuah karangan. Suatu topik dapat diberi topik dapat diberi judul yang sama atau berbeda dengan topiknya.</p>
<p><strong><em>Hal penting dalam menentukan topik karangan.</em></strong></p>
<p><em>bermanfaat. </em>Sebuah karangan ditulis untuk pembaca.</p>
<ol>
<li><em>1. </em><em>Menarik. </em>Topik yang bermanfaat bagi pembaca sudah barang tentu akan menjadi daya tarik pula bagi pembaca.</li>
<li><em>2. </em><em>aktual</em>, yakni topik yang sesuai dengan kondisi masa kini, bahkan topik yang terkini, sesuai dengan perkembangan situasi dan zaman.</li>
<li><em>3. </em><em>Fisibilitas </em>Istilah fisibilitas diartikan kelayakan dapat dikerjakan, uraikan menjadi suatu karangan. topik fisibel adalah topik yang cakupannya tidak terlalu luas atau terbatas. Ruang lingkupnya sudah jelas sehingga ada gambaran tentang hal-hal yang perlu dituliskan.
<ol>
<li><strong>B. </strong><strong>PEMBATASAN TOPIK</strong></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Dalam pembatasan Topik yang dipilih harus spesifik agar tidak terlalu meluas dan juga terlalu sempit. Dengan demikian topik harus dibatasi sesuai dengan ruang lingkup bahan yang diinginkan dan dikembangkan.</p>
<p>Agar dapat membuat topik yang khusus atau spesifik, perlu banyak berlatih dan perlu dukungan pengetahuan yang luas.</p>
<ol>
<li><strong>C. </strong><strong>PENENTUAN TUJUAN PENULISAN</strong></li>
</ol>
<p>Perumusan tujuan disusun dalam bentuk kalimat lengkap ; kalimat tunggal atau kalimat majemuk bertingkat dan bukan kalimat majemuk setara.  dengan kalimat majemuk setara berarti bahwa dalam kalimat itu ada dua gagasan utama yang perlu dibahas.</p>
<p>Fungsi perumusan tujuan sama dengan fungsi kalimat utama dalam paragraf.  Dalam mengembangkan karangan harus selatu mengacu pada rumusan tujuan yang dimaksud.</p>
<p>Perumusan tujuan yang baik<a href="/DATA%20MIS%20GEREM%20V/1.%20KEPALA/DATA%20KUL/langkah-langkah%20penulisan.docx#_ftn6">[6]</a> harus memenuhi tiga tugas utama yaitu:</p>
<ol>
<li>memakturnkan topik kepada pembaca;</li>
<li>menjelaskan kepada pembaca apa yang ingin disampaikannya tentang topik itu;</li>
<li>memperlihalkan rancangan /blueprint tulisannya.</li>
</ol>
<p>Rumusan tujuan mengarah kepada hal :</p>
<ol>
<li>kalimat efektif yang memenuhi syarat</li>
<li>penerapan kalimat dalam karangan mahasiswa</li>
<li>kemampuan mahasiswa menyusun kalimat efektif dalam karangan.</li>
</ol>
<p>Ada dua cara untuk merumuskan tujuan :</p>
<ol>
<li>dengan perumusan tesis</li>
<li>pengungkapan maksud.</li>
</ol>
<p>Tesis merupakan perumusan singkat yang mengandung tema dasar dari sebuah karangan, gagasan pokok yang menjadi pusat seluruh karangan. Adapun pengungkapan maksud merupakan perumusan singkat yang tidak menekankan/menonjotkan tema dasarnya. Karangan narasi deskripsi akan lebih baik bila rumusan tujuannya dirumuskan dalam sebuah pengungkapan maksud.</p>
<ol>
<li><strong>D. </strong><strong>PENYUSUNAN KERANGKA KARANGAN</strong></li>
</ol>
<p>Penyusunan rancangan karangan merupakan langkah kegiatan prapenuhsan setelah menentukan topik karangan.</p>
<p>Kerangka karangan atau garis-garis besar karangan atau <em>out line </em>adalah kerangka tulis yang menggambarkan bagian-bagian. atau butir-butir isi karangan dalam tataan yang sistematis.<a href="/DATA%20MIS%20GEREM%20V/1.%20KEPALA/DATA%20KUL/langkah-langkah%20penulisan.docx#_ftn7">[7]</a></p>
<p>kerangka karangan yang baik akan membantu penulis dalam hal-hal Sebagai Berikut :.</p>
<ol>
<li>Karangan akan terarah.</li>
<li>Kerangka karangan akan membimbing kita untuk menghindari kerja yang mubazir.</li>
<li>Kerangka karangan akan memberikan keleluasan kepada kita untuk memasukan materi dalam bab atau subbab tertentu.</li>
<li>Dapat bekerja lebih fleksibet dari segi penyelesainnya</li>
</ol>
<p>Bentuk kerangka karangan itu ada dua, yakni kerangka kalimat dan kerangka topik.</p>
<ol>
<li><strong>E. </strong><strong>PENGUMPULAN BAHAN</strong></li>
</ol>
<p>Cara mengumpulkan bahan dapat dilakukan dengan memusatkan diri pada rumusan tujuan yang telah digariskan.</p>
<p>Berdasarkan tujuan penulisan dapat ditentukan bahan atau materi penulisan beserta jangkauannya.</p>
<p>Yang dimaksud bahan penulisan adalah semua informasi maupun data yang dipakai untuk mencapai tujuan penulisan. Data tersebut mungkin berupa teori, contoh-contoh, rincian atau debt, perbandingan, fakta, hubungan sebab-akibat, pengujian dan pembuktian, angka-angka, kutipan, gagasan, dsb, yang dapat dijadikan bahan oleh penulis dalam mengembangkan topik yang dipilih<a href="/DATA%20MIS%20GEREM%20V/1.%20KEPALA/DATA%20KUL/langkah-langkah%20penulisan.docx#_ftn8">[8]</a>.</p>
<p><strong>1)   Sumber bahan penulisan</strong></p>
<p>Sumber bahan penulisan yang paling lengkap ialah perpustakaan. perpustakaan merupakan gudang ilmu.</p>
<p>Dari berbagai sumber bahan dapat diaplikasikan atas 3 jenis :</p>
<ol>
<li>Bahan bacaan yang memberikan gambaran umum tentang topik.</li>
<li>Bahan bacaan, yaitu bahan yang akan dipakai dalam inti penulisan. Bahan inilah yang harus dibaca secara kritis dan mendalam oleh penulis. Hasil membaca kritis ini yang kemudian dicatat, diolah, dianalisis, atau disimpulkan, dsb.</li>
<li>Bahan bacaan petengkap. Bahan ini diperlukan untuk metengkapi keterangan atau informasi yang dianggap beturn jelas.</li>
</ol>
<p>Sumber bahan penulisan yang lain yaitu pengalaman, penalaran, dan kewenangan yang diperoleh melalui persepsi indrawi. Pengetahuan itu didapat melalui pengamatan langsung terhadap suatu objek atau pengamatan tidak langsung melalui studi kepustakaan. Pengamatan langsung dapat dilakukan dengan cara mengamati objek tertentu dari jarak yang sangat dekat agar mendapat detil pengamatan sebanyak-banyaknya. Konsentrasi, minat, kecermatan, sangat mendukung dalam keberhasilan.</p>
<p>bahan penulisan dapat diperoleh melalui wawancara, angket, atau kuisioner.  Sementara penalaran terdiri atas penalaran deduktif dan induktif. penataran ilmiah merupakan sintesis antara keduanya.</p>
<p>Sumber bahan penulisan yang lainnya yaitu kewenangan. Yang dimaksud kewenangan adalah pendapat yang dikemukakan oleh orang yang berwenang memberikan informasi. Dalam hal ini kita perlu bersikap kritis karena Bering terjadi pendapat yang dikemukakannya itu bersifat subjektif.</p>
<p><strong>2)    Kartu informasi</strong></p>
<p>Untuk menampung dan mengatur bahan-bahan yang didapat dari berbagai sumber, sebaiknya disediakan kartu-kartu informasi. Kartu informasi ini perlu kita buat untuk mencatat bahan-bahan yang diperlukan dalam rangka mengembangkan karangan nanti. Ukuran kartu biasanya 8 x 12 cm atau 10 x 15 cm.</p>
<p>langkah-langkah yang kita lakukan antara lain sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Membaca bahan penulisan secara intensif;</li>
<li>Mencatat bahan yang dianggap penting dalam kartu informasi;</li>
<li>Menyusun kartu berdasarkan urutan abjad atau berdasarkan urutan kerangka karangan.</li>
</ol>
<p>Mencatat berdasarkan urutan abjad atau urutan kerangka sangat penting. Hal ini akan memudahkan penulis mencari bahan yang telah dicatatnya pada waktu diperlukan.</p>
<p>Yang dicatat dalam kartu ialah;</p>
<p>a) Bahan yang diperlukan</p>
<p>b)  Nama pengarang</p>
<p>c)  Judul buku,</p>
<p>d)  Halaman buku sumber,</p>
<p>Sumber (a, b, c, d) dicatat secara lengkap agar pada waktu menyusun daftar pustaka dapat digunakan lagi.</p>
<p>Bahan atau informasi yang kita peroleh dari sumber bacaan itu; yang dicatat dalam kartu informasi bisa dalam bentuk:</p>
<p>a)    Kutipan, bila kita menyalin informasi persis sepertia aslinya;</p>
<p>b)    Parafrase, jika kita mengungkapkan kembali maksud penulis denga kata-kata sendiri;</p>
<p>c)    Rangkuman atau ringkasan, jika kita mengajukan bacaan;</p>
<p>d)    Evatuasi atau ulasan, jika kita mengemukakan reaksi terhadap gagasan yang dikemukakan penulis.</p>
<p>Contoh:</p>
<p>(1)   Kutipan langsung Bahasa</p>
<p>Bahasa adalah alai komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan alai ucap manusia.</p>
<p>Gorys Keraf, <em>komposisi. </em>Ende Flores: Nusa Indah, 1993 halaman 15</p>
<p>(2)   Parafrase sumber bahan</p>
<p>Sumber bahan penulisan yang lain ialah pengataman, penalaran dan kewenangan</p>
<p>Sabarti Akhadiat, dkk, <em>Pembinaan Kemampuan Menulis bahasa Indonesia, </em>Jakarta: Erlangga, 1990 halaman 21</p>
<p>(3)   Ringkasan Perubahan</p>
<p>Tugas penulis mengatur proses yang mengakibatkan perubahan dalam bayangan pembaca yaitu yang mengakibatkan adanya rekonstruksi bayangan, yang memperluas bayangan, yang mengubah kejelasan, dan tidak ada perubahan</p>
<p>Henry guntur Tarigan, <em>Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa, </em>Bandung: Angkasa, 1983 halaman 4</p>
<p>(4)   Ulasan</p>
<p>Paragraf ialah beberapa kalimat yang berhubungan satu sama lain baik secara tata bahasa maupun secara logic berpikir dan bernatar</p>
<p>Kenyataan paragraf ada yang hanya terdiri dari satu kalimat</p>
<p>Yoe Daniel Parera, <em>Belajar Mengemukakan Pendapat. </em>Jakarta: Erlangga, 1988 halaman 21</p>
<ol>
<li><strong>F. </strong><strong>JUDUL KARANGAN</strong></li>
</ol>
<p>Judul ialah nama yang dipakai untuk bab dalam buku atau buku yang menyiratkan secara pendek isi bab atau buku itu<a href="/DATA%20MIS%20GEREM%20V/1.%20KEPALA/DATA%20KUL/langkah-langkah%20penulisan.docx#_ftn9">[9]</a>. Namun, untuk nama cerica, drama, dan sejenisnya, biasa dipakai kepala karangan.</p>
<p>Hal yang harus diperhatikan :</p>
<p>1)   Judul harus sesuai dengan topik atau isi karangan beserta jangkauannya.</p>
<p>2)   Judul sebaiknya dinyatakan dalam bentuk frase benda, dan bukan bentuk kalimat.</p>
<p>Contoh : MENGARANG EFEKTIF SUATU KEHARUSAN DIPERGURUAN TINGGI.</p>
<p>Judul ini berbentuk frase benda, dan bukan bentuk kalimat maka akan berubah menjadi Di Perguruan Tinggi Mahasiswa diharuskan terampil mengarang yang efektif.</p>
<p>3)  Judul karangan harus singkat.</p>
<p>Contoh  :  PERUBAHAN BAHASA, atau PENDIDIKAN MANUSIA MODERN.</p>
<p>4)  Judul harus dinyatakan secara jelas.</p>
<p>Maksudnya, judul karangan format itu tidak dinyatakan dalam kata kiasan atau tidak mengandung kata yang bermakna ganda.</p>
<p>Contoh : KABUT SUTRA UNGU, atau NERAKA DUNIA.</p>
<p>Judul-judul tersebut tidak menggambarkan isi karangan. Judul-judul itu boleh dipakai untuk karangan fiksi.</p>
<hr size="1" /><a href="/DATA%20MIS%20GEREM%20V/1.%20KEPALA/DATA%20KUL/langkah-langkah%20penulisan.docx#_ftnref1">[1]</a> Soeparno dan M.Yunus, 2004</p>
<p><a href="/DATA%20MIS%20GEREM%20V/1.%20KEPALA/DATA%20KUL/langkah-langkah%20penulisan.docx#_ftnref2">[2]</a> Definisi Akademi Kepengarangan dalam Widyamartaya, 1993:9</p>
<p><a href="/DATA%20MIS%20GEREM%20V/1.%20KEPALA/DATA%20KUL/langkah-langkah%20penulisan.docx#_ftnref3">[3]</a> Sabari dkk, 1998:2</p>
<p><a href="/DATA%20MIS%20GEREM%20V/1.%20KEPALA/DATA%20KUL/langkah-langkah%20penulisan.docx#_ftnref4">[4]</a> ibid</p>
<p><a href="/DATA%20MIS%20GEREM%20V/1.%20KEPALA/DATA%20KUL/langkah-langkah%20penulisan.docx#_ftnref5">[5]</a> Op.cit. Soeparno dan M. Yunus, 2004: 3.4</p>
<p><a href="/DATA%20MIS%20GEREM%20V/1.%20KEPALA/DATA%20KUL/langkah-langkah%20penulisan.docx#_ftnref6">[6]</a> Daniel Brown, dalam M. Akhmadi, 1990:30</p>
<p><a href="/DATA%20MIS%20GEREM%20V/1.%20KEPALA/DATA%20KUL/langkah-langkah%20penulisan.docx#_ftnref7">[7]</a> Op.cit. Soeparno dkk. 2004 hal 38</p>
<p><a href="/DATA%20MIS%20GEREM%20V/1.%20KEPALA/DATA%20KUL/langkah-langkah%20penulisan.docx#_ftnref8">[8]</a> Sabari, 1990:17</p>
<p><a href="/DATA%20MIS%20GEREM%20V/1.%20KEPALA/DATA%20KUL/langkah-langkah%20penulisan.docx#_ftnref9">[9]</a> Kamus besar Bahasa Indonesia</p>
<br />Posted in Langkah-langkah Menulis  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supriyadihs.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supriyadihs.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supriyadihs.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supriyadihs.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supriyadihs.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supriyadihs.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supriyadihs.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supriyadihs.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supriyadihs.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supriyadihs.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supriyadihs.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supriyadihs.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supriyadihs.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supriyadihs.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supriyadihs.wordpress.com&amp;blog=10738399&amp;post=58&amp;subd=supriyadihs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supriyadihs.wordpress.com/2010/01/14/langkah-langkah-dasar-menulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3b1d0f92f107f1420d7ea660d3e1e7e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supriyadihs</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
